Laman

Rabu, 27 Januari 2016

Pasar Ponsel Lesu, Apple Turunkan Target Omset

Monexnews - Booming industri smartphone dunia sepertinya mulai jenuh dalam setahun terakhir. Kondisi ini kemungkinan berlanjut di 2016 sehingga bisa mengancam pos pendapatan produsennya.

Untuk pertama kalinya dalam satu dasawarsa terakhir, penghasilan Apple Inc diperkirakan turun karena tingkat permintaan tidak sebagus dulu. Kiprah perusahaaan ini di wilayah China memang cukup menjanjikan tetapi tidak akan mampu mengimbangi rendahnya mnat beli ponsel di benua lainnya. Manajemen Apple menyatakan kalau pendapatan untuk periode Januari-Maret 2016 hanya akan mencapai US$ 50-53 miliar.

Jika terbukti akurat, maka ini akan menjadi penurunan omset pertama yang dialami oleh Apple sejak tahun 2003. Analis di pasar keuangan memprediksi pendapatan yang lebih tinggi yakni sebesar US$ 55,5 miliar. Alasan utama di balik penurunan tidak lain adalah menurunnya jumlah permintaan terhadap ponsel cerdas. Sebagian besar masyarakat dunia sudah mempunyai smartphone dan sekarang enggan belanja ponsel baru karena kondisi ekonomi sedang lesu. Belum lagi ada kejenuhan tentang spesifikasi ponsel yang cenderung begitu-begitu saja. Spekulasi penurunan omset Apple direspon pelaku pasar dengan aksi jual selektif sehingga membuat sahamnya turun 20% selama enam bulan terakhir.

Apple memang punya variasi produk lain yang bisa dijual seperti Macbook dan iPad, tetapi tidak ada yang penjualannya mampu menutupi pos penjualan iPhone. Sebagai contoh, iPad hanya terjual sebanyak 16,1 juta unit di kuartal terakhir 2015 atau lebih rendah dari prediksi sebelumnya sebesar 17,3 juta unit. Hal yang sama berlaku untuk Mac, yang hanya terjual 5,31 juta unit atau lebih sedikit dari perkiraan sebelumnya yang sebanyak 5,8 juta unit. Adapun penjualan iPhone meleset tipis yakni terjual 74,8 juta unit dari target awal 75 juta unit.

"Banyak negara yang mengalami resesi, dan itu berpengaru pada kami," kata Luca Maesti, Direktur Keuangan Apple. Selain itu, penguatan nilai tukar Dollar AS juga menjadi satu masalah karena membuat harga jual iPhone lebih mahal di luar negeri. International Data Corporation (IDC) sempat menyatakan bahwa pertumbuhan angka penjualan smartphone akan berada di bawah 10% pada tahun 2015.

 

(dim)


--

Regards,

Ana Yuliana Wijaya
Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal
Jl. Raya Boulevard Barat Blok C-12B. Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240 
Mobile: 081807299767 / 08997424854 (WA available)


Online trading : Forex | Index | Komoditi | Saham CFD Amerika, Hongkong dan Jepang |  Daftar Monex | Daftar Demo Monex | Daftar Monexnews |

Lagi, Bank Sentral China Suntik Dana ke Sistem Keuangan

Monexnews - Bank Sentral China (PBOC) kembali menambah cadangan dana ke sistem finansial domestik. Jumlahnya tidak main-main, nilai injeksi kali ini merupakan yang terbesar dalam 3 tahun terakhir.

PBOC menyuntik uang sebanyak 340 miliar Yuan atau setara $51,89 miliar dalam bentuk pinjaman jangka pendek. Mekanismenya dengan melalui operasi pasar mingguan untuk mengantisipasi berkurangnya dana selama musim liburan dan mengimbangi arus dana keluar dari pasar.

Pinjaman jangka pendek atau biasa dikenal dengan reverse repurchase agreement diberikan kepada bank swasta secara rutin per minggunya. Bank sentral menyediakan 440 miliar Yuan lewat cara yang sama Selasa kemarin. Adapun injeksi dana seperti ini dilakukan sebanyak dua kali setiap pekan.

Jika ditambah dengan suntikan uang 190 miliar Yuan yang kadaluarsa sebelumnya, maka total injeksi dana pekan ini mencapai 590 miliar Yuan atau terbesar sejak awal Februari 2013. Kala itu angka dana stimulus menembus 662 miliar Yuan.

Pekan lalu PBOC juga mengeluarkan dana pinjaman jangka pendek dan menengah sebesar 1,5 triliun Yuan. Penambahan uang di pasar diterapkan untuk penyediaan dana bagi konsumen jelang perayaan tahun baru China yang dimulai 7 Februari mendatang. Perputaran uang yang sehat juga bisa menjaga kepercayaan diri pelaku pasar terutama setelah terjadinya koreksi harga saham 23% sejak awal tahun.

(dim)


--

Regards,

Ana Yuliana Wijaya
Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal
Jl. Raya Boulevard Barat Blok C-12B. Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240 
Mobile: 081807299767 / 08997424854 (WA available)


Online trading : Forex | Index | Komoditi | Saham CFD Amerika, Hongkong dan Jepang |  Daftar Monex | Daftar Demo Monex | Daftar Monexnews |

Senin, 25 Januari 2016

Pelemahan Harga Minyak Kembali Bebani Loonie

Monexnews - Dollar Kanada, loonie, berbalik melemah terhadap dollar setelah rally tiga hari beruntun, minyakyang kembali bergerak di bawah $30 per barel kembali membebani loonie.

Kemerosotan harga minyak membuat loonie terus melemah hingga menyentuh level terendah 13 tahun terhadap dollar. Keputusan Bank of Canada mempertahankan suku bunga acuan 0,50% pada pekan lalu membuat loonie beranjak dari level terendah tersebut, ditambah dengan rebound harga minyak selama dua hari membuat loonie rally

Namun terbukti rebound harga minyak lebih disebabkan aksi short covering para pelaku pasar, kenaikan harga minyak malah memicu aksi jual kembali. Kecemasan akan berlebihnya supply masih menjadi penekan harga minyak.

USDCAD pada pukul 09.01 WIB diperdagangkan dikisaran 1.4282


--

Regards,

Ana Yuliana Wijaya
Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal
Jl. Raya Boulevard Barat Blok C-12B. Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240 
Mobile: 081807299767 / 08997424854 (WA available)

YOUR No. 1 financial partner
Experience. The Difference

Online trading : Forex | Index | Komoditi | Saham CFD Amerika, Hongkong dan Jepang |  Daftar Monex | Daftar Demo Monex | Daftar Monexnews |

Minggu, 17 Januari 2016

Minyak Open Gap Down, Sentuh Area $28 per Barel

Monexnews - Dicabutnya sanksi ekonomi Iran pada hari Sabtu lalu membuat minyak anjlok di awal perdagangan hari ini, surplus stok minyak global akan semakin bertambah jika Iran meningkatkan ekspor minyak. 
Harga minyak langsung dibuka gap down dan menyentuh lebel terendah harian 28.35. Jika terjadi gap, pergerakan harga biasanya akan berusaha menutup gap tersebut, dan minyak berpeluang rebound.
Pergerakan ke atas akan menuju resisten terdekat berada dikisaran 29.80. Diperlukan penembusan dan gerakan konsisten di atas area tersebut untuk naik lebih lanjut menuju area 30.55.

Sementara jika berhasil menembus level terendah harian 28.35, minyak berpotensi turun lebih lanjut menguji area 27.90, sebelum menuju 29.40.
Resisten: 29.80, 30.55, 31.00
Support: 28.35, 27.90, 27.40 


Disclaimer on

--

Regards,

Ana Yuliana Wijaya

Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal
Jl. Raya Boulevard Barat Blok C-12B. Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240
Mobile: 081807299767 / 08997424854 (WA available)

YOUR No. 1 financial partner
Experience. The Difference


Online trading : Forex | Index | Komoditi | Saham CFD Amerika, Hongkong dan Jepang |  Daftar Monex | Daftar Demo Monex | Daftar Monexnews |

Sanksi Iran Dicabut, Minyak ke $28 per Barel

Monexnews - Dicabutnya sanksi Iran membuat hargaminyak langsung anjlok di perdagangan sesi Asia awal pekan ini (18/1), hingga bergerak di area $28 per barel. Sejak bulan Juli tahun lalu, Iran, AS dan lima negara lainnya sepakat akan mencabut sanksi ekonomu Iran jika membatasi pengembangan program nuklir, International Atomic Energy Agency (IAEA) pada hari Sabtu lalu mengumumkan Iran telah memenuhi persyaratan yang ditentukan tersebut.
Dengan dicabutnya sanksi tersebut, Iran dapat mengekspor lebh banyak minyak, dan berpotensi semakin meningkatnya surplus stok global. Iran sebelumnya mengatakan ekspor akan naik 1 juta barel dalam enam bulan setelah sanksi dicabut. 
Minyak pada pukul 08.13 WIB mulai pulih dan diperdagangkan dikisaran 29.14, setelah sempat menyentuh level terendah harian 28.35.
Sepanjang pekan lalu minyak melemah sekitar 11%, dan ekspektasi dicabutnya sanksi Iran menjadi salah satu penyebab merosotnya minyak pekan lalu. (pap/Monex)

--

Regards,

Ana Yuliana Wijaya

Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal
Jl. Raya Boulevard Barat Blok C-12B. Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240
Mobile: 081807299767 / 08997424854 (WA available)

YOUR No. 1 financial partner
Experience. The Difference


Online trading : Forex | Index | Komoditi | Saham CFD Amerika, Hongkong dan Jepang |  Daftar Monex | Daftar Demo Monex | Daftar Monexnews |

Selasa, 12 Januari 2016

Penguatan Dollar Bawa Emas Turun Tiga Hari Beruntun

Monexnews - Emas melemah pada hari Selasa, membukukan penurunan tiga hari beruntun akibat penguatan dollar AS. Kecemasan akan kesehatan ekonomi China membuat logam mulia ini rally hingga mencapai level tertinggi dua bulan sebelum mulai turun di hari Jumat.
Penguatan emas terbatasi potensi kenaikan suku bunga di AS berikutnya pasca kenaikan pertama di bulan Desember 2015. Pada tahun lalu emas melemah sekitar 10% akibat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Suku bunga rendah akan menurunkan opportunity cost jika menyimpan emas, disisi lain dollar juga menjadi kurang menarik, dua hal tersebut membantu emas mencapai level puncak pada tahun 2011.
Sementara itu kepemilikan emas di SPDR Gold Trust pada hari Senin dilaporkan naik 2,1 ton. 
Emas pada perdagangan Selasa berakhir di level 1086.36, dengan level tertinggi harian 1099.23, dan terendah 1083,48 

--

Regards,

Ana Yuliana Wijaya

Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal
Jl. Raya Boulevard Barat Blok C-12B. Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240
Mobile: 081807299767 / 08997424854 (WA available)

YOUR No. 1 financial partner
Experience. The Difference


Online trading : Forex | Index | Komoditi | Saham CFD Amerika, Hongkong dan Jepang |  Daftar Monex | Daftar Demo Monex | Daftar Monexnews |

Minyak Pulih Untuk Pertama Kalinya Dalam 8 Hari Setelah Turunnya Cadangan

Monexnews - Harga minyak mentah berjangka AS naik pada hari Rabu untuk pertama kalinya dalam delapan hari, menarik kembali dari level psikologis $30 per barel yang telah ditembus pada sesi sebelumnya, setelah data industri menunjukkan cadangan minyak mentah secara tak terduga jatuh pada pekan lalu.
Minyak West Texas Intermediate naik sebesar 45 sen di $30.88 per barel pada pukul 08:57 WIB.
Minyak mentah AS turun sebesar 3.9 juta barel pada pekan lalu menjadi 480.071 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 2.5 juta barel, data ditunjukkan oleh kelompok industri American Petroleum Institute pada akhir perdagangan hari Selasa.
API mengatakan bahwa cadangan minyak mentah di Cushing Oklahoma, titik pengantaran untuk WTI turun 302.000 barel.
Namun outlook bearish untuk minyak masih ada setelah pemerintah AS pada hari Selasa perkirakan melimpahnya minyak global masih akan terjadi sampai akhir 2017.
(fsyl)

--

Regards,

Ana Yuliana Wijaya

Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal
Jl. Raya Boulevard Barat Blok C-12B. Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240
Mobile: 081807299767 / 08997424854 (WA available)

YOUR No. 1 financial partner
Experience. The Difference



Online trading : Forex | Index | Komoditi | Saham CFD Amerika, Hongkong dan Jepang |  Daftar Monex | Daftar Demo Monex | Daftar Monexnews |